KONDOM BERDURI LEBIH DIMINATI OLEH WANITA INDONESIA - Kajian

Berdasar riset DKT Indonesia, wanita lebih suka pria yang memilih kondom yang bisa memuaskannya. Sedangkan pria lebih mengutamakan keamanan.

“Data kami menunjukkan para wanita suka dengan kondom bergerigi, karena meningkatkan kenikmatan pada perempuan,” kata Pierre Frederick, deputy general manager condom business unit DKT Indonesia, saat ditemui CNNIndonesia.com di Jakarta, Kamis (19/1).

Meskipun kondom favorit wanita bisa membuat pria merasa dirinya bisa jadi superhero karena memuaskan pasangannya, tapi nyatanya kondom bergerigi bukanlah pilihan terfavorit pria.

“Sedangkan pria lebih cenderung memilih kondom dengan pelumas khusus untuk menunda ejakulasi dini sehingga dapat menikmati hubungan seks lebih lama.”

Melirik pada jumlah pemakaian di Indonesia, dia mengatakan bahwa secara umum sudah ada lebih dari 175 juta kondom dari keseluruhan merek yang ada di Indonesia selama 2016.

Angka tersebut belum termasuk jenis kondom dari label lainnya dan kondom gratis dari pemerintah sebagai bagian program Keluarga Berencana (KB).

Kondom terlaris di Indonesia

Dari jutaan kondom yang telah terjual, data DKT Indonesia menunjukkan ada peningkatan jumlah pembelian kondom jenis tertentu di Indonesia. Dari beragam varian kondom yang tersedia di pasaran, ada varian yang memiliki nilai jual paling tinggi, alias paling laris.

Menurut Pierre, kondom yang memiliki rasa buah dan tekstur bergerigi masih jadi primadona di Indonesia.

“Dari produk kami, jenis kondom yang beraroma stroberi dan bergerigi atau dotted punya angka penjualan yang bersaing. Selalu berganti setiap bulan dan beda tipis,” katanya.

“Keduanya menyumbang 40 persen dari total penjualan label kami.”

Beberapa varian lainnya ikut menyusul sebagai kondom dengan penjualan terbanyak, yaitu kondom beraroma pisang, kondom tahan bocor, dan beraroma bubble gum.

Hanya saja, dia mengatakan bahwa kondom terlaris ini memiliki angka penjualan yang sama besar di tiap daerah. Artinya, tiap daerah di Indonesia memiliki minat berbeda soal varian kondom.

Pierre menyebut minat tersebut dapat disebabkan faktor budaya dan kesukaan masyarakat lokal.

“Misalnya adalah varian beraroma durian yang lebih diminati di daerah Medan dan Palembang. Di daerah lain, varian ini tidak begitu diminati,” kata Pierre.

“Kami coba tawarkan varian lain ternyata masyarakat setempat tidak mau, sehingga varian tersebut harus tetap ada karena penjualannya bagus.”

Pierre mengakui selama ini penjualan kondom tertinggi masih terpusat di Jawa dan Bali yang mencapai 65 persen. Daerah Sumatera menyumbang 17 persen, dan sisanya tersebar di Kalimantan, Sulawesi, dan Indonesia Timur. (end/chs)

Source link

https://infoterbaru.link

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...